SceneMixer
Bahasa Indonesia
Daftar gratis

Cara Menulis Satu Shot

Jawaban singkat: Satu shot adalah satu keping penanda beserta durasi detiknya, lalu beberapa kalimat yang menjelaskan apa yang dilihat kamera: jenis framing (close-up, medium, wide), apakah kamera bergerak, siapa saja yang ada di gambar (disebutkan dengan keping @), satu aksi utama yang terjadi, dan dialognya jika ada. Tulislah apa yang akan dilihat dan didengar penonton, sesuai urutan yang mereka perhatikan. Perlakukan setiap shot baru sebagai potongan ke framing baru. Batasi satu aksi per shot, dan berikan durasi detik yang cukup agar aksi tersebut dapat terjadi.
Cuplikan dari “Crimson Vow”, drama pendek AI yang dihasilkan secara end-to-end oleh SceneMixer (4 karakter, 1 episode)
Contoh: “Crimson Vow” — HD Realistis, 1 episode, diproduksi secara end-to-end oleh SceneMixer dari naskah · tonton episodenya

Buka episode yang sudah selesai lalu baca tiga shot secara berurutan. Setiap shot mengikuti pola di bawah ini.

Pola penulisan

[Shot 3] 4s: Medium shot, kamera diam. @Mara di ujung meja, @Jules di sebelah kanannya. Dia menggeser @Sealed letter ke arahnya dan menatap matanya. @Mara (rendah, tenang): Baca dulu sebelum kamu menolak. (voice: 🔊Mara) @Jules bibir tertutup, tidak ada gerakan bibir. Hujan di jendela di belakang mereka.

Penanda dan durasi detik. Bingkai dan kamera. Siapa ada di mana. Apa yang terjadi. Dialog, beserta catatan penyampaian dan chip suara. Apa yang dilakukan orang lain. Apa yang kita dengar. Urutan ini adalah urutan yang diperhatikan penonton, dan urutan yang paling enak dibaca.

A storyboard segment: location, time and weather fields, then numbered shots with durations, asset chips and spoken lines
Dua shot dari segmen yang sudah selesai: penanda dan durasi detik, bingkai, siapa yang ada di dalamnya, apa yang terjadi, dialog, suasana.

Bingkai dan kamera

Sebutkan ukuran gambar: close-up, medium close-up, medium shot, full shot, wide shot. Sebutkan apakah kamera diam atau bergerak: fixed, handheld, tracking, slow push in. Sebutkan sudutnya jika penting: dari bahu @Jules, dari pintu, dari jendela penumpang. Satu jenis bingkai per shot; perubahan bingkai berarti shot baru.

Anda tidak perlu menulis posisi kamera sama sekali. Sebutkan siapa yang menghadap siapa, dan penempatan 3D AI otomatis adegan akan meletakkan kamera sesuai posisi tersebut. Cara posisi dipertahankan.

Siapa yang ada di gambar

Sebutkan semua orang yang terlihat dengan chip @. Untuk satu orang, tambahkan Hanya di bingkai: @Mara. Jangan sebutkan orang yang hanya terdengar atau hanya ada di dekatnya. Pendengar diberi keterangan bibir tertutup, tidak ada gerakan bibir. Siapa yang ada di bingkai.

Satu hal yang terjadi

Satu shot adalah satu ketukan aksi: dia menggeser surat; dia mengambilnya; dia memalingkan wajah. Dua ketukan aksi berarti dua shot. Tulis apa yang terlihat — tangan, wajah, tubuh, benda — bukan apa yang dipikirkan seseorang. Kalimat “Dia ragu-ragu, lalu menggeser surat itu” bisa digunakan; kalimat “dia memutuskan untuk mempercayainya” tidak memberi gambaran apa pun untuk digambar di shot.

Mulailah shot pertama dengan Pembukaan: beserta bingkai pertamanya; mulailah setiap shot berikutnya dengan potongan adegan, misalnya Potong ke close-up:. Jika orang yang sama muncul dalam dua shot berurutan, ubahlah framing atau sudut pengambilan gambar di antaranya, jika tidak transisinya akan terlihat seperti lonjakan. Sebutkan posisi tubuh jika bukan berdiri: berlutut, duduk, bersandar di pagar.

Dialog

@Nama (cara mengucapkannya): kata-katanya. Lalu chip suara dari menu @. Catatan penyampaian singkat dan bersifat fisik — rendah, tenang; dengan gigi terkatup; berteriak dari tangga. Dialog dari luar gambar memulai catatannya dengan (voice-over) atau (off-screen). Baris dialog.

Berikan durasi detik yang sesuai untuk dialog: sekitar tiga kata per detik dalam bahasa Inggris. Durasi detik shot.

Apa yang kita dengar

Akhiri shot dengan suara-suara di tempat tersebut jika penting: Suasana: hujan di kaca, jam di lorong. Shot tanpa ucapan diberi keterangan Tidak ada dialog agar tidak ada karakter yang dipaksa berbicara.

Tiga contoh shot yang bisa ditiru

Reaksi. [Shot 4] 3s: Close-up. Hanya di bingkai: @Jules. Dia menunduk melihat surat, rahangnya mengeras. Tidak ada dialog. Suasana: hujan.

Dialog dengan gerakan. [Shot 5] 6s: Medium shot, handheld. @Mara berdiri dan berjalan ke jendela, membelakanginya. @Mara (pelan, tidak menoleh): Aku sudah tahu isinya. (voice: 🔊Mara)

Pengungkapan. [Shot 6] 4s: Slow push in ke arah @Sealed letter di atas meja; segelnya sudah terbuka. Tidak ada dialog. Suasana: suara jam.

Bagian dari shotContoh
Penanda dan durasi detik[Shot 3] 4s:
Bingkai dan kameraMedium shot, kamera diam / Close-up, slow push in
Siapa ada di mana@Mara di ujung meja, @Jules di sebelah kanannya
Satu hal yang terjadiDia menggeser surat itu ke arahnya dan menatap matanya
Dialog@Mara (rendah, tenang): Baca dulu sebelum kamu menolak. (voice: 🔊Mara)
Pendengar@Jules bibir tertutup, tidak ada gerakan bibir
SuaraSuasana: hujan di jendela

FAQ

Berapa lama durasi sebuah shot?

Dua atau tiga detik untuk tatapan atau gerakan, empat hingga enam detik untuk dialog dan reaksinya, lebih lama untuk gerakan. Durasi semua shot akan menjumlah menjadi durasi segmen.

Apakah saya harus menulis posisi kamera?

Tidak. Sebutkan siapa yang menghadap siapa, dan sistem penempatan akan mengatur kameranya. Tulis posisi jika Anda menginginkan posisi tertentu.

Bisakah sebuah shot memiliki dua aksi?

Sebaiknya tidak. Pisahkan menjadi dua shot; masing-masing mendapatkan durasinya sendiri.

Bagaimana jika tidak ada yang berbicara?

Tulis Tidak ada dialog di akhir shot.

Haruskah saya mendeskripsikan apa yang dipikirkan karakter?

Deskripsikan apa yang terlihat: wajah, tangan, jeda. Pikiran tanpa tanda yang terlihat tidak memberi gambaran apa pun untuk shot.

Tulis satu shot dan hasilkan

Buka sebuah segmen, tulis ulang satu shot dengan pola ini, simpan, dan hasilkan ulang segmen tersebut.

Buka editor

Diperbarui 2 Oktober 2026

Harga·Panduan·Contoh·Dukungan·Privasi·Ketentuan·Informasi hukum·Hubungi kami·© 2026 SceneMixer